Review: Soil solarization and its effects on medicinal and aromatic plants

 

KHALID ALI KHALID

Abstract. Khalid KA. 2012. Review: Soil solarization and its effects on medicinal and aromatic plants. Nusantara Bioscience 4: 36-44. Soil solarization or solar heating is a non-chemical disinfestation practice. Solarization effectively controls a wide range of soil borne pathogens,  insects  and  weeds.  Soil  solarization  is  based  on  the  exploitation  of the  solar  energy  for  heating  wet  soil  mulched with transparent plastic sheets to 40-55ºC in the upper soil layer. Thermal killing is the major factor involved in the pest control process, but chemical and biological mechanisms are also involved. The efficacy of the thermal killing is determined by the values of the maximum soil temperature and amount of heat accumulated (duration x temperature). The use of organic amendments (manure, crop residues) together with soil solarization (biofumigation) elevates the soil temperature by 1-3ºC, and improves pest control due to a generation and accumulation of toxic volatiles. Although cheaper than most chemicals used as soil fumigants, not all crops are worth the plastic prices, particularly in developing countries. Not all soil-borne pests and weeds are sufficiently controlled. Cheaper and more environmentally accepted  mulching  technologies  are  needed  before  expanding  the  range  of  the  controlled  pests  by  solarization. Medicinal and aromatic plant production was affected by soil solarization.

Key words: solarization, soil borne diseases, disinfestation, mulches, plastic.

Abstrak. Khalid KA. 2012. Review: Solarisasi tanah dan dampaknya pada tanaman obat dan aromatik. Nusantara Bioscience 4: 36-44. Solarisasi atau pemanasan tanah dengan matahari adalah praktek pembasmian hama dan penyakit secara non kimia. Solarisasi efektif mengendalikan  berbagai  patogen  bawaan  tanah,  serangga  dan  gulma.  Solarisasi  tanah  didasarkan  pada  pemanfaatan  energi matahari untuk  memanaskan  tanah  basah  bermulsa  dengan  lembaran  plastik  transparan  dengan  suhu  40-55ºC  pada  bagian  atas lapisan  tanah. Pembasmian dengan panas merupakan faktor utama dalam proses pengendalian hama, tetapi mekanisme kimia dan biologi juga terlibat. Efektivitas pembasmian dengan panas tergantung oleh nilai-nilai suhu tanah maksimum dan jumlah panas yang terakumulasi (durasi x suhu).  Penggunaan  penutup  organik  (pupuk  kandang,  sisa  tanaman)  bersama  dengan  solarisasi  tanah (biofumigation)  meningkatkan suhu  tanah  1-3ºC,  dan  meningkatkan  pengendalian  hama  karena  pembentukan  dan  akumulasi senyawa-senyawa  volatil  beracun. Meskipun lebih murah daripada kebanyakan bahan kimia yang digunakan sebagai fumigant tanah, tidak semua hasil panenan sepadan dengan  biaya  penyediaan  plastik,  terutama  di  negara  berkembang.  Tidak  semua  tanah  yang mengandung   hama   dan   gulma   dapat dikendalikan sepenuhnya. Teknologi mulsa yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan diperlukan sebelum memperluas jangkauan pengendalian hama dengan solarisasi. Produksi tanaman obat dan aromatik dipengaruhi solarisasi tanah.

Kata kunci: solarisasi, tanah penyakit bawaan, disinfestation, mulsa, plastik.

Download full text

This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *