Antibacterial activity of Thymus vulgaris essential oil alone and in combination with other essential oils

Kateryna Kon,Mahendra Rai

Abstract. Kon K, Rai M. 2012. Antibacterial activity of Thymus vulgaris essential oil alone and in combination with other essential oils. Nusantara Bioscience 4: 50-56. Essential oils (EOs) from plants represent an alternative approach in combating antibiotic-resistant bacteria. One of the EOs with proven antibacterial properties is Thymus vulgaris EO. The purpose of the present work was to investigate in vitro antibacterial activity of T. vulgaris EO alone and in combination with other EOs. The activity of T. vulgaris EO was screened in combination with 34 EOs against Staphylococcus aureus and Escherichia coli by disk diffusion method; then the most effective combinations were evaluated by broth microdilution method. Against S. aureus the synergistic effect was found in combination of T. vulgaris and Cinnamomum zeylonicum EOs with fractional inhibitory concentration (FIC) index of 0.26; Juniperus communis and Picea abies EOs showed additive effect (FIC indexes were 0.74 and 0.78, respectively). Combination of T. vulgaris EO with Aniba rosaeodora and Melissa officinalis EOs demonstrated synergistic effect against E. coli (FIC indexes were 0.23 and 0.34, respectively); combination of T. vulgaris and Mentha piperita EOs was additive (FIC index 0.55). Therefore, combining T. vulgaris EO with other EOs has potential in further enhancing its antibacterial properties.

Key words: Thymus vulgaris, essential oils, combinations, Staphylococcus aureus, Escherichia coli.

Abstrak. Kon K, Rai M. 2012. Aktivitas antibakteri minyak atsiri Thymus vulgaris tunggal atau campuran dengan minyak atsiri lain. Bioscience Nusantara 4: 50-56. Minyak atsiri tumbuhan merupakan senyawa alternatif untuk melawan bakteri resisten antibiotik. Salah satu minyak atsiri yang terbukti bersifat antibakteri adalah minyak atsiri Thymus vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas in vitro antibakteri minyak atsiri T. vulgaris tunggal atau campuran dengan minyak atsiri lain. Aktivitas antibakteri minyak atsiri T. vulgaris dan campurannya dengan 34 minyak atsiri lain terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli ditapis dengan metode cawan difusi, kemudian campuran yang paling efektif diuji dengan metode mikrodilusi kaldu. Efek sinergis terhadap S. aureus ditemukan pada campuran antara minyak atsiri T. vulgaris dan Cinnamomum zeylonicum dengan indeks konsentrasi hambat fraksional (FIC) 0,26; minyak atsiri Juniperus communis dan Picea abies menunjukkan efek aditif (indeks FIC masing-masing adalah 0,74 dan 0,78). Campuran minyak atsiri T. vulgaris dengan Aniba rosaeodora dan Melissa officinalis menunjukkan efek sinergis terhadap E. coli (indeks FIC masing-masing adalah 0,23 dan 0,34); campuran minyak atsiri T. vulgaris dengan Mentha piperita menunjukkan efek aditif (indeks FIC 0,55). Oleh karena itu, campuran minyak atsiri T. vulgaris dengan minyak atsiri lainnya memiliki potensi untuk meningkatkan sifat antibakteri.

Kata kunci: Timus vulgaris, minyak atsiri, kombinasi, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Download full text

This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *