Determination of ethanol in acetic acid-containing samples by a biosensor based on immobilized Gluconobacter cells

Anatoly N. Reshetilov, Anna E. Kitova, Alena V. Arkhipova, Valentina A. Kratasyuk, Mahendra K. Rai

Abstract. Reshetilov AN, Kitova AE, Arkhipova AV, Kratasyuk VA, Rai MK. 2012. Determination of ethanol in acetic acid containing samples by a biosensor based on immobilized Gluconobacter cells. Nusantara Bioscience 4: 97-100. A biosensor based on Gluconobacter oxydans VKM B-1280 bacteria was used for detection of ethanol in the presence of acetic acid. It was assumed that this assay could be useful for controlling acetic acid production from ethanol and determining the final stage of the fermentation process. Measurements were made using a Clark electrode-based amperometric biosensor. The effect of pH of the medium on the sensor signal and the analytical parameters of the sensor (detection range, sensitivity) were investigated. The residual content of ethanol in acetic acid samples was analyzed. The results of the study are important for monitoring the acetic acid production process, as they represent a method of tracking its stages.

Key words: Gluconobacter, biosensor, ethanol, acetic acid

Abstrak. Reshetilov AN, Kitova AE, Arkhipova AV,. Kratasyuk VA, Rai MK. 2012. Penentuan etanol dalam sampel yang mengandung asam asetat dengan biosensor sel Gluconobacter yang diimobilisasi. Nusantara Bioscience 4: 97-100. Sebuah biosensor berdasarkan bakteri Gluconobacter oxydans digunakan untuk mendeteksi etanol pada sampel yang mengandung asam asetat. Pengukuran dilakukan dengan elektroda Clark berdasarkan biosensor amperometrik. Uji ini diharapkan berguna untuk mengendalikan produksi asam asetat dari etanol dan menentukan tahap akhir proses fermentasi. Pengaruh pH pada stabilitas pengukuran dipelajari. Berbagai jenis larutan bufer (sitrat, Tris maleat, natrium fosfat) diuji untuk memilih varian optimal, yang merupakan bufer fosfat dengan pH dalam kisaran 6 sampai 7 unit. Sampel yang dianalisis dengan asam asetat pada konsentrasi sesuai dengan fermentasi selesai (9%) diencerkan 80 kali. Sensor tes etanol diaktifkan dalam kisaran 0,0125-2,00 mM (0,0006-0,0092%). Kandungan etanol dalam sampel komersial asam asetat dari berbagai produksi dinilai. Hasil dari penelitian ini penting untuk memantau proses produksi asam asetat, karena mereka mewakili metode pelacakan tahapannya.

Kata kunci: Gluconobacter, biosensor, etanol, asam asetat

Download full text

Neilesh Sable, Swapnil Gaikwad, Shital Bonde, Aniket Gade, Mahendra Rai©

Abstract.Sable N, Gaikwad S, Bonde S, Gade A, Rai M. 2012. Phytofabrication of silver nanoparticles by using aquatic plant Hydrilla verticilata. Nusantara Bioscience 4: 45-49.In the context of current drive to developed new green technology in nanomaterials, synthesis of nanoparticles is of considerable importance. There has been considerable work done in the field of nanoscience and Nanotechnology during the last decade due to the introduction of various protocols for the synthesis of nanoparticles by using plants and microorganisms. Here we firstly report the extracellular phytosynthesis of silver nanoparticles (Ag-NPs) using aquatic plants Hydrilla verticilata. The characterization of the phytosynthesized Ag-NPs was done with the help of UV-Vis spectroscopy, FTIR, Nanoparticle Tracking Analysis (NTA), Zeta potential and SEM. The SEM micrograph revealed the synthesis of polydispersed spherical nanoparticles, with the average size of 65.55 nm. The phytofabricated Ag-NPs can be used in the field of medicine and agriculture, due to their antimicrobial potential.

Key words: phytofabrication, Hydrilla, Ag-NPs, SEM, FTIR

Abstrak. Sable N, Gaikwad S, Bonde S, Gade A, Rai M. 2012. Fitofabrikasi nanopartikel perak menggunakan tumbuhan akuatik Hydrilla verticilata. Nusantara Bioscience 4: 45-49. Dalam konteks mendorong pengembangan teknologi hijau yang baru pada nanomaterial, sintesis nanopartikel sangat penting. Selama dekade terakhir terjadi perkembangan yang cukup pesat dalam bidang nanosains dan nanoteknologi karena diperkenalkannya berbagai protokol untuk mensintesis nanopartikel menggunakan tumbuhan dan mikroorganisme. Dalam penelitian ini, dilaporkan fitosintesis ekstraseluler nanopartikel perak (Ag-NP) menggunakan tumbuhan akuatik Hydrilla verticilata untuk pertamakalinya. Karakterisasi Ag-NP yang difitosintesis dilakukan dengan bantuan spektroskopi UV-Vis, FTIR, Analisis Pelacakan Nanopartikel (NTA), potensial Zeta dan SEM. Mikrograf SEM menunjukkan hasil sintesis nanopartikel berbentuk bulat yang tersebar, dengan ukuran rata-rata 65,55 nm. Fitofabrikasi Ag-NP dapat dimanfaatkan dalam bidang kedokteran dan pertanian, karena memiliki potensi antimikroba.

Kata kunci: fitofabrikasi, Hydrilla, Ag-NPs, SEM, FTIR


This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *