Induced mutations by gamma ray irradiation to Argomulyo soybean (Glycine max) variety

DIANA SOFIA HANAFIAH, TRIKOESOEMANINGTYAS, SUDIRMAN YAHYA, DESTA WIRNAS

Abstract. Hanafiah DS, Trikoesoemaningtyas, Yahya S, Wirnas D. 2010. Induced mutations by gamma ray irradiation to Argomulyo soybean (Glycine max) variety. Nusantara Bioscience 2: 121-125. Induced mutation by gamma ray irradiation is one way to increase genetic variability of plants. This research used gamma ray irradiation on low doses (micro mutation). The aim of this research was to know the respons of doses level by micro mutation on gamma ray irridation to the growing and development of Argomulyo variety of soybean [Glycine max (L) Merr]. The seeds were irradiated by gamma ray micro mutation doses, namely 0 gray, 50 gray, 100 gray, 150 gray, and 200 gray. Variations that were obtained of each characters at generation M1 and M2 influences plants growth and development either through qualitative and quantitative that finally will influence plant’s production. The average highest genetic variation at M2 generation of soybean was on 200 Gray doses. Results of the research indicated that gamma ray irradiation on 200 Gray doses effectively caused of plant variation genetic.
Key word: induced mutation, micro mutation, gamma ray irradiation, Argomulyo soybean variety.

Abstrak. Hanafiah DS, Trikoesoemaningtyas, Yahya S, Wirnas D. 2010. Mutasi induksi irradiasi sinar gamma pada varietas kedelai Argomulyo (Glycine max). Nusantara Bioscience 2: 121-125. Induksi tanaman dengan irradiasi sinar gamma merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman. Penelitian ini menggunakan irradiasi sinar gamma pada tingkat atau dosis rendah (mutasi mikro). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pemberian tingkat irradiasi mikro sinar gamma pada benih kedelai. Benih kedelai [Glycine max (L) Merr] yang diuji adalah kedelai varietas Argomulyo yang diirradiasi sinar gamma dengan dosis 0 Gray, 50 Gray, 100 Gray, 150 Gray dan 200 Gray. Keragaman yang diperoleh dari setiap peubah amatan yang diperoleh pada generasi M1 dan M2 menunjukkan bahwa perlakuan irradiasi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara kualitatif dan kuantitatif, yang akhirnya akan mempengaruhi produksi tanaman. Variasi fenotipe pada tanaman kedelai generasi M2 tertinggi rata-rata terjadi pada perlakuan 200 Gray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa irradiasi sinar gamma pada dosis 200 Gray efektif menyebabkan terjadinya keragaman genetik tanaman.
Kata kunci : mutasi induksi, mutasi mikro, irradiasi sinar gamma, kedelai varietas Argomulyo.

Download Full Text

This entry was posted in Jurnal and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *