The Palestinian mammalian fauna acquired by the zoological gardens in the Gaza Strip

Abdel Fattah N. Abd Rabou

Abstract. Abd Rabou AFN. 2011. The Palestinian mammalian fauna acquired by the zoological gardens in the Gaza Strip. Nusantara Bioscience 3: 82-91. The Gaza Strip, which is an arid strip of the Palestinian land along the southeastern Mediterranean, harbors a considerable number of mammalian fauna due to its eco-geo-strategic position. Prior to 2006, the establishment of zoological gardens in the Gaza Strip was a sort of imagination due to Israeli constraints. These constraints were nurtured by the total Israeli destruction and demolition of the Rafah and Gaza private zoological gardens in 2004 and 2009 respectively, using heavy tanks and bulldozers. The establishment of many zoological gardens following the Israeli evacuation from the Gaza Strip in late 2005 encouraged wildlife trading. Hence, the current study comes to document the Palestinian mammalian faunistic species acquired by the zoological gardens in the Gaza Strip through frequent visits to Gaza zoological gardens and meetings with local people, wildlife hunters and zoo owners. A total number of 17 Palestinian mammalian faunistic species belonging to 12 families and 5 orders was encountered in the zoological gardens throughout the study period. The encountered species represent a good mix of the families and sizes of mammals generally found in other parts of Palestine. Order Carnivora represents 52.94% of the caged mammals, while the orders Rodentia, Lagomorpha, Artiodactyla and Insectivora represent 47.06%. The study documented the first sight of the Greater Egyptian Gerbil Gerbillus pyramidis in the Gaza Strip. Local hunting, tunnel trade and delivery were the lonely sources of the mammals encountered in the zoological gardens. The economic deprivation under the current Israeli blockade and the poor implementation of environmental laws and legislations concerning wildlife protection have made wildlife trading as a common practice. Finally, The author recommends to improving the management process of Gaza zoological gardens under the care of the governmental authorities and the cooperation of the different parties in the Gaza Strip to enhance public ecological awareness to protect and conserve wildlife; especially mammals.

Key words: mammals, carnivores, zoological gardens, wildlife hunting, tunnel trade, Gaza, Palestine.

Abstrak. Abd Rabou AFN. 2011. Fauna mamalia Palestina yang dipelihara kebun binatang-kebun binatang di Jalur Gaza. Nusantara Bioscience 3: 82-91. Jalur Gaza, yang merupakan jalur tanah kering bagian negara Palestina di sepanjang tepi Laut Tengah bagian tenggara, menjadi tempat tinggal sejumlah hewan mamalia karena posisi eko-geo-strategisnya. Sebelum tahun 2006, pendirian kebun binatang di Jalur Gaza hanyalah sebuah impian karena larangan Israel. Hal ini tampak dari penghancuran dan pembongkaran seluruh kebun binatang swasta di Rafah dan Gaza oleh Israel, secara berturut-turut pada tahun 2004 dan 2009, menggunakan tank dan buldoser. Pembentukan kebun binatang banyak dilakukan setelah penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza pada akhir tahun 2005, didorong oleh maraknya perdagangan satwa liar. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan jenis-jenis hewan mamalia Palestina yang dipelihara oleh kebun binatang di Jalur Gaza dengan cara sering berkunjung ke kebun binatang serta pertemuan dengan masyarakat setempat, pemburu satwa liar dan pemilik kebun binatang. Sebanyak 17 jenis hewan mamalia Palestina dari 12 suku dan 5 bangsa ditemukan di kebun binatang selama periode penelitian. Jenis-jenis yang ditemukan mewakili keragaman suku dan kekayaan mamalia yang juga umum ditemukan di bagian lain Palestina. Bangsa karnivora mewakili 52,94% dari mamalia yang dipelihara, sementara bangsa Rodentia, Lagomorpha, Artiodactyla dan Insectivora mewakili 47,06%. Studi ini mendokumentasikan untuk pertamakalinya keberadaan Gerbillus pyramidis di Jalur Gaza. Perburuan lokal, perdagangan melalui terowongan dan pengiriman merupakan sumber asal mamalia di kebun binatang. Kemunduran ekonomi akibat blokade Israel dan buruknya implementasi hukum lingkungan dan peraturan perundang-undangan tentang perlindungan satwa liar telah menyebabkan perdagangan satwa liar menjadi praktik yang umum dilakukan. Penulis menyarankan adanya peningkatan manajemen kebun binatang-kebun binatang di Gaza dengan bimbingan otoritas pemerintah dan kerjasama dari para pihak untuk meningkatkan kesadaran ekologi masyarakat dalam melindungi dan melestarikan satwa liar, terutama mamalia.

Kata kunci: mamalia, karnivora, kebun binatang, perburuan satwa liar, perdagangan melalui terowongan, Gaza, Palestina.

Download Full Text

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *