Variation in oil contents, and seed and seedling characteristics of Jatropha curcas of West Nusa Tenggara selected genotypes and their first improved population

Bambang Budi Santoso

Abstract. Santoso BS. 2011. Variation in oil contents, and seed and seedling characteristics of Jatropha curcas of West Nusa Tenggara selected genotypes and their first improved population. Nusantara Bioscience 3: 130-135. This study describes variation in seed and seedling characters of Jatropha curcas Linn. of West Nusa Tenggara selected genotypes. Exploration was conducted in several areas where large population of this species grown as fences was found. Five selected genotypes were then grown in experimental fields to let mass selection to obtain the first improved population for each genotype. Seeds of wild population (P0) and those of selected trees as the first improved population (IP-1) were subjected to this study. Seed and seedling characteristics were measured. The result indicated that considerable genetic variability existed among the five J. curcas of West Nusa Tenggara selected genotypes and within each genotype population for seed and seedling characteristics. Genotypes of West Lombok, Sumbawa, and Bima performed exceedingly better than those of Central Lombok and East Lombok. Therefore, this study has suggestions for identifying potential seed sources of J. curcas and these existing genetic variability provides breeders with materials in crop improvement program.

Keywords: genetic variability, seeds, seedling, selection.

Abstrak. Santoso BS. 2011. Keragaman kandungan minyak, serta karakteristik biji dan bibit genotipe terpilih Jatropha curcas Nusa Tenggara Barat dan populasi pertamanya yang diperkaya. Nusantara Bioscience 3: 130-135. Kajian ini menjelaskan keragaman karakteristik benih dan bibit Jatropha curcas Linn. Nusa Tenggara Barat dari genotipe terpilih. Eksplorasi dilakukan di beberapa daerah dimana populasi-populasi besar jenis ini ditemukan sebagai tanaman pagar. Lima genotipe yang terpilih kemudian ditanam di lahan percobaan untuk memulai seleksi massal untuk mendapatkan populasi yang diperkaya pertama pada setiap kenotipe. Benih dari populasi liar (P0) dan pohon-pohon yang dipilih sebagai populasi yang diperkaya pertama (IP-1) menjadi subyek penelitian ini. Karakteristik benih dan bibit diukur. Hasilnya menunjukkan adanya variabilitas genetik yang cukup tinggi di antara lima genotipe terpilih J. curcas Nusa Tenggara Barat dan karakteristik benih dan bibit dari setiap populasi genotipe. Genotipe dari Lombok Barat, Sumbawa, dan Bima memiliki penampilan yang jauh lebih baik dari pada genotipe dari Lombok Tengah dan Lombok Timur. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi potensi sumber benih J. curcas dan menunjukkan adanya variabilitas genetik yang diperlukan penangkar sebagai bahan untuk program pemuliaan tanaman.

Kata kunci: variabilitas genetik, benih, pembibitan, seleksi.

Download Full Text

This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *